The Hvrt Life Asal Malang Rilis Single The Estranged Shepherd

Motivasi awal band terbentuk tak lepas dari kecintaan seluruh personelnya terhadap musik underground sejak lama. Endruw menjelaskan masing-masing anggota telah aktif di skena keras sejak 2008 dan datang dengan pengalaman band yang berbeda.

“Kami ingin membuat sebuah proyek yang belum pernah kami mainkan sebelumnya. Nama The Hvrt Life kami ambil dari kata hurt, karena kami percaya semua orang punya rasa sakitnya masing-masing, dan kami ingin menyuguhkannya serealis mungkin lewat lirik dan musik yang tetap maskulin,” kata Endruw saat dihubungi Pophariini (24/11).

Dalam proses kreatifnya, single “The Estranged Shepherd” lahir dari visi kolektif untuk menyajikan emosi yang lebih personal dalam format melodic hardcore. Endruw menyebutkan proyek ini terasa segar karena seluruh personel berada dalam satu visi yang sama.

“Masing-masing dari kami sudah punya band sebelumnya, tapi justru itu yang bikin prosesnya menarik. Kami bikin sesuatu yang baru, yang bisa menampung keresahan, kehilangan, dan harapan,” ucapnya.

Berbicara kolektif di Malang, The Hvrt Life menaruh perhatian besar pada Mbois Noise, yang terus melahirkan band-band baru. Endruw juga merasa The Hvrt Life bisa masuk ke berbagai kanal acara, lintas subgenre apa pun.

“Hardcore modern ini sudah tidak melulu soal pemberontakan. Kami ingin musik kami bisa dinikmati semua kalangan karena lirik-liriknya juga membawa sisi emosional yang lebih luas,” tutur Endruw.

Melihat dinamika skena kota mereka, The Hvrt Life berharap ekosistem musik Malang terus berkembang tanpa sekat. Endruw menegaskan pentingnya solidaritas dan keberagaman.

“Kami berharap semuanya bisa saling dukung dan meroket bersama, tanpa rasisme atau pembatasan. Musik adalah ruang bebas untuk berekspresi, untuk semua orang,” pungkasnya.

Setelah merilis single “The Estranged Shepherd”, The Hvrt Life mengajukan identitas baru di skena hardcore modern yaitu emosional, lugas, dan berangkat dari rasa sakit yang manusiawi.