KNIV. Rilis Album Mini Perdana sebagai Refleksi Para Personel

Band noise rock asal Jakarta, KNIV., resmi merilis album mini perdana Nirmakna pada 31 Oktober 2025. Berisi enam lagu, termasuk dua single yang lebih dulu rilis, “Inikah / Inilah” dan “Di Hadapan Cerberus (Setengah Gila)”, materi ini menangkap pertemuan empat pribadi dengan rentang usia berbeda yang sama-sama sedang mencari makna kehidupan.

KNIV. beranggotakan Geger (vokal), Andrew (gitar), Aldi (bas), dan Kachida (drum). Mereka memandang Nirmakna sebagai upaya merangkaikan potongan pengalaman hidup masing-masing ke dalam satu cerita yang utuh.

https://open.spotify.com/embed/album/1VRd6CE2T8LA6AYyQYbDd9?si=TajPekFXTkWG28ww4a7C_g&utm_source=oembed

Di balik perjalanan kreatifnya, KNIV. sebenarnya berangkat dari satu tujuan yang sama sejak lama, mewujudkan cita-cita bermusik yang sempat terhenti.

“Tujuan gue dan teman-teman KNIV. bermusik ya karena udah menjadi cita-cita kami masing-masing sejak dulu. Gue, Andrew, sama Aldi dari dulu pernah tergabung di band lain, cuma ya pada akhirnya gak jalan. Terus kami dipertemukan saat lagi gak punya band yang aktif, dan jadilah KNIV., yang bisa dibilang jadi jalan menuju cita-cita kami tersebut,” kata Geger kepada Pophariini (20/11).

Secara musikal, Nirmakna menjadi babak baru bagi KNIV. Bunyi mereka kini lebih keras, gelap, dan tegas dibanding karya-karya sebelumnya, namun tetap mempertahankan nuansa melodis yang menjadi identitas awal band ini.

Album Nirmakna direkam di beberapa studio, Mad Haus, Studio Teras Belakang, Westwew Studio, dan Under The Deck Studio. Mereka bahkan menggandeng Anida Bajumi (Amerta, Dental Surf Combat) sebagai kolaborator vokal pada lagu “Hasrat Mendaga” demi memperkaya lapisan tekstur yang ingin dibangun.

Nirmakna juga menyimpan nilai sentimental tersendiri karena menjadi karya terakhir Kachida bersama KNIV. sejak band ini terbentuk pada 2022. Meski berpisah, keempat personel sepakat bahwa album mini ini adalah jejak penting dalam perjalanan band.

Di tengah semangat punya album mini perdana, KNIV. juga menyimpan mimpi untuk memperluas jangkauan panggungan mereka. Andrew berharap suatu hari bisa tampil di acara kolektif Paguyuban Crowdsurf, salah satu ruang alternatif yang kini menjadi barometer talenta baru di skena keras Jakarta.

“Karena bisa jadi langkah bagus. Tampil di sana bisa buka peluang untuk dapet audiens baru dan mungkin lanjut ke event-event yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai masa depan skena musik kota mereka, para personel menaruh harapan yang sederhana tapi penting. Aldi ingin adanya komunitas yang solid di mana musisi independen bisa saling mendukung satu sama lain, dan Geger menyematkan satu pesan yang terasa sangat KNIV.

“Gak muluk-muluk, semoga dengan semua dinamika yang terjadi di dalam bidang ini, para pelaku, penikmat, dan semua yang terlibat tetap bisa bersenang-senang dalam menjalani perannya masing-masing. Kalau boleh mengutip judul albumnya IDLES, Joy As An Act Of Resistance,” tutup Geger.